Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Meraih Kemenangan Hakiki untuk Palestina

Sabtu, 05 April 2025 | 06:31 WIB Last Updated 2025-04-04T23:31:25Z

TintaSiyasi.id -- Dikutip dari Antara (30/03/2025), menurut kalender Islam, Muslim di seluruh dunia diperkirakan akan merayakan Idulfitri pada Minggu atau Senin, tergantung pada penampakan bulan sabit. Namun, di Gaza ini merupakan kali kedua secara berturut-turut mereka tidak bisa merayakan Idulfitri. Banyak yang tidak bisa dirayakan oleh mereka sebagaimana yang dilakukan Muslimin umumnya di negeri-negeri lain.

Menjadi momentum yang amat menyedihkan bagi Muslimin lain di luar kawasan Gaza, Palestina menyaksikan saudaranya yang masih diselimuti dengan teriakan histeris, panik, dan ketakutan akan tentara zionis Israel yang bisa menyerang tanpa kenal waktu dan tempat. Kita lihat saja sendiri, banyak video-video yang beredar yang menyaksikan warga Gaza tetap kokoh berdiri melaksanakan shalat Idulfitri di tengah puing-puing bangunan yang sudah roboh tanpa menciutkan hati mereka sama sekali. Mereka dengan gagahnya masih berani untuk menyebarkan syiar Islam di hari raya umat Muslim ini.

Lantas kapan peristiwa ini bisa berakhir dan bisa menyisakan kemenangan mutlaq bagi kaum Muslimin yang ada di Palestina? Karena sesungguhnya kemenangan yang hakiki bukanlah hanya sekadar merayakan Hari Raya umat Muslim saja, seperti Idulfitri dan Iduladha saja. Tetapi kemenangan hakiki yang diperoleh umat Muslim apabila seluruh umatnya mampu menerapkan hukum Allah secara menyeluruh tanpa terkecuali.

Ironisnya, negara-negara sekarang tak ada satu pun yang menerapkan hukum Islam. Semuanya masih berdasarkan hukum yang dibuat dari tangan manusia, Akibatnya kemenangan yang dihasilkan sejatinya bukanlah kemenangan yang hakiki. Itu semua masih berlandaskan hawa nafsu duniawinya semata. Maka, siapa yang dapat menolong Muslimin yanga ada di Palestina?

Jika dilihat sekarang, tak ada satu pun yang dapat memberi pertolongan kepada warga Palestina secara mengakar. Karena tingginya sekat-sekat nasionalisme antar negara yang menyebabkan mereka buta terhadap saudaranya di negeri lain. Itu semua karena negeri-negeri lain masih dirasuki oleh pemikiran-pemikiran penjajah, yang mana mereka tak ingin umat Muslim bersatu. Akhirnya negeri-negeri lain tunduk terhadap pemikiran yang dibuat penjajah tersebut.

Jika masih saja bertahan dalam sistem batil, sekularisme kapitalisme ini yang darinya banyak melahirkan pemikiran-pemikiran batil lainnya, seperti salah satunya nasionalisme ini. Maka sampai kapan pun umat Palestina tidak akan memiliki pelindung dan pembela yang dapat menyelamatkan mereka dari entitas Yahudi Israel.


Solusi Hakiki Bersumber dari Islam

Satu-satunya kemenangan hakiki hanya berasal dari penerapan aturan Islam secara kaffah (menyeluruh). Dan itu hanya bisa diwujudkan dari adanya negara (daulah) yang mendukung agar diterapkannya sistem Islam secara keseluruhan, yakni dalam Daulah Khilafah (sistem pemerintahan dalam Islam). Jika seluruh umat Muslim sudah bersatu, entah dari segi perasaan, pemikiran peraturan telah mengadopsi dari Islam dan bersedia menerapkan Islam secara keseluruhan, maka ide-ide batil akan dapat dimusnahkan dan berganti menjadi sesuai dengan Islam.

Selain itu, kemenangan hakiki yang dapat dirasakan kaum Muslim adalah penetapan dan pelaksanaan hukum yang sama (selain hukum syarak yang telah ditetapkan dari Al-Qur'an dan hadis Nabi SAW). Seperti penetapan shalat Idulfitri yang tak kagi berbeda-beda. Karena umat Muslim telah memiliki satu pemimpin yakni khalifah, yang mana jika khalifah sudah dibaiat seluruh kaum Muslim wajib bersedia mengikutinya, selagi khalifah tersebut masih berada dalam jalan yang haq.

Maka sudah menjadi kewajiban umat Muslim untuk mengembalikan kemenangan hakiki ini, dengan adanya dakwah secara ideologis. Menyebarkan opini Islam bahwa sudah saatnya sistem kufur buatan tangan manusia ini diganti menjadi sistem yang berasal dari Pencipta manusia, Allah SWT. Yakni sistem Islam. Wallahu a’lam. []


Marsa Qalbina N.
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update