Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hikmah Nuzulul Quran dan Lailatulqadar

Jumat, 04 April 2025 | 00:00 WIB Last Updated 2025-04-03T17:01:01Z

TintaSiyasi.id-- Hikmah Nuzulul Quran
Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, yang dimulai pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Berikut beberapa hikmahnya:

1. Petunjuk bagi manusia
Al-Quran diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. (QS. Al-Baqarah: 185)

2. Penyempurna kitab-kitab sebelumnya
Al-Quran menjadi penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya, seperti Taurat, Zabur, dan Injil.

3. Rahmat dan sumber ilmu
Al-Quran mengandung ilmu pengetahuan, hikmah, dan hukum-hukum Allah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

4. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW
Al-Quran adalah mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah SAW sebagai bukti kebenaran risalahnya.

5. Pedoman akhlak dan hukum Islam
Al-Quran mengatur aspek kehidupan manusia, baik dari sisi ibadah, sosial, ekonomi, hingga politik.

2. Hikmah Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan. Hikmah dari Lailatul Qadar antara lain:

1. Malam penuh berkah dan ampunan
Pada malam ini, Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas. (QS. Al-Qadr: 3)

2. Malam diturunkannya Al-Quran
Lailatul Qadar menjadi malam istimewa karena menjadi awal turunnya Al-Quran.

3. Malam ketetapan takdir tahunan
Pada malam ini, Allah SWT menetapkan takdir manusia untuk satu tahun ke depan. (QS. Ad-Dukhan: 3-4)

4. Pahala berlipat ganda
Ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

5. Turunnya malaikat dan rahmat Allah
Malaikat turun membawa ketenangan, kedamaian, dan doa-doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.

Mengingat keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak doa, zikir, dan ibadah lainnya.
Semoga kita semua dapat meraih keberkahan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar.

Al-Quran: Kitab Suci yang Mubarak dan Pedoman Hidup Umat Islam

Al-Quran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Dalam Al-Quran, Allah menyebutnya sebagai kitab yang mubarak (penuh berkah) dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman.

1. Al-Quran sebagai Kitab yang Mubarak (Penuh Berkah)
Allah SWT menyebut Al-Quran sebagai kitab yang diberkahi dalam beberapa ayat, di antaranya:

QS. Sad: 29
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ  
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran."

Sobat. Allah menjelaskan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya. Al-Qur'an itu adalah kitab yang sempurna mengandung bimbingan yang sangat bermanfaat kepada umat manusia. Bimbingan itu menuntun manusia agar hidup sejahtera di dunia dan berbahagia di akhirat. 

Dengan merenungkan isinya, manusia akan menemukan cara-cara mengatur kemaslahatan hidup di dunia. 
Tamsil ibarat dan kisah dari umat terdahulu menjadi pelajaran dalam menempuh tujuan hidup mereka dan menjauhi rintangan dan hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan hidup. Al-Qur'an itu diturunkan dengan maksud agar direnungkan kandungan isinya, kemudian dipahami dengan pengertian yang benar, lalu diamalkan sebagaimana mestinya. 

Pengertian yang benar diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, dengan dibantu ilmu pengetahuan yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan bahasa ataupun perkembangan masyarakat. Begitu pula dalam mendalami petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kitab itu, hendaknya dilandasi tuntunan rasul serta berusaha untuk menyemarakkan pengalamannya dengan ilmu pengetahuan hasil pengalaman dan pemikiran mereka.

Al-hasan al-Bashri menjelaskan pengertian ayat ini dengan mengatakan, "Banyak hamba Allah dan anak-anak yang tidak mengerti makna Al-Qur'an, walaupun telah membacanya di luar kepala. Mereka ini hafal betul hingga tak satu pun huruf yang ketinggalan. Namun mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Al-Qur'an itu hingga salah seorang di antara mereka mengatakan, "Demi Allah saya telah membaca Al-Qur'an, hingga tak satu huruf pun yang kulewatkan." Sebenarnya orang yang seperti itu telah melewatkan Al-Qur'an seluruhnya, karena pengaruh Al-Qur'an tidak tampak pada dirinya, baik pada budi pekerti maupun pada perbuatannya. 

Demi Allah, apa gunanya ia menghafal setiap hurufnya, selama mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah. Mereka itu bukan ahli hikmat dan ahli pemberi pengajaran. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah orang yang seperti itu."

Ibnu Mas'ud mengatakan:Orang-orang di antara kami apabila belajar sepuluh ayat Al-Qur'an, mereka tidak pindah ke ayat lain, sampai memahami kandungan sepuluh ayat tersebut dan mengamalkan isinya.(Riwayat A.hmad)

Keberkahan Al-Quran bisa dilihat dari beberapa aspek:

Memberikan ketenangan hati
Orang yang membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran akan merasakan ketenangan batin dan kedamaian. (QS. Ar-Ra’d: 28)

Sumber ilmu dan hikmah
Al-Quran mengandung berbagai ilmu, dari tauhid, akhlak, hingga ilmu pengetahuan modern.

Mendapat syafaat di akhirat
Rasulullah SAW bersabda:
"Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim)

Mengundang keberkahan dalam hidup
Rumah yang sering dibacakan Al-Quran akan dipenuhi keberkahan dan dijauhi dari gangguan setan.

2. Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup Umat Islam
Al-Quran diturunkan sebagai hudan linnas (petunjuk bagi manusia) sebagaimana disebutkan dalam:


QS. Al-Baqarah: 185
"Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas petunjuk tersebut, serta pembeda antara yang benar dan yang salah."

Sebagai pedoman hidup, Al-Quran mengatur berbagai aspek kehidupan, di antaranya:

Pedoman dalam Ibadah
Al-Quran menjelaskan tata cara ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.

Pedoman dalam Akhlak
Al-Quran mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang.

Pedoman dalam Hukum dan Kehidupan Sosial
Al-Quran mengatur hukum pernikahan, warisan, ekonomi, dan muamalah.

Pedoman dalam Ilmu Pengetahuan
Banyak ayat Al-Quran yang berbicara tentang ilmu pengetahuan, yang kemudian dibuktikan oleh sains modern.

Kesimpulan
Sebagai kitab suci yang mubarak dan pedoman hidup, Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpegang teguh pada Al-Quran, umat Islam akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berpegang teguh pada Al-Quran.

Oleh. Dr. Nasrul Syarif M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update