Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Empat Jenis Manusia menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Futuhul Ghaib

Sabtu, 05 April 2025 | 21:09 WIB Last Updated 2025-04-05T14:10:08Z
TintaSiyasi.id -- Dalam Kitab Futuhul Ghaib, Syekh Abdul Qadir al-Jailani membagi manusia menjadi empat golongan berdasarkan tingkat keimanan dan hubungannya dengan Allah. Berikut adalah keempat jenis manusia tersebut:

1. Manusia yang Tidak Memiliki Lisan dan Hati
• Mereka adalah orang yang lalai dan tidak memiliki kesadaran akan Allah.
• Tidak menggunakan akalnya untuk berpikir tentang kebesaran Allah.
• Hanya hidup untuk memenuhi hawa nafsu dan kesenangan dunia.
• Mereka berada dalam kebodohan dan kelalaian yang dalam.

2. Manusia yang Memiliki Lisan tetapi Tidak Memiliki Hati
• Golongan ini terdiri dari orang yang banyak berbicara tentang Allah, tetapi hatinya kosong dari keyakinan dan ketakwaan.
• Mereka mungkin tampak alim secara lahiriah, tetapi batinnya tidak dekat dengan Allah.
• Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang munafik, yang mengajarkan kebaikan tetapi tidak mengamalkannya.

3. Manusia yang Memiliki Hati, tetapi Tidak Memiliki Lisan
• Orang-orang ini memiliki hati yang bersih dan penuh dengan keyakinan, tetapi mereka tidak banyak berbicara.
• Mereka lebih memilih menyimpan ilmu dalam hatinya dan beramal dalam diam.
• Biasanya mereka adalah wali-wali Allah, yang lebih sibuk dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah daripada berdebat atau berbicara panjang lebar.

4. Manusia yang Memiliki Lisan dan Hati
• Ini adalah golongan terbai, mereka memiliki hati yang bersih dan lisan yang penuh hikmah.
• Mereka memahami agama dengan baik, berbicara berdasarkan ilmu, dan hatinya selalu terhubung dengan Allah.
• Orang-orang ini adalah ulama sejati, para nabi, dan para wali yang mendapat petunjuk langsung dari Allah.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa kita harus berusaha menjadi manusia jenis keempat yang memiliki ilmu, amal, dan hati yang bersih, serta menggunakan lisannya untuk menyeru kepada kebaikan.

kita harus berusaha menjadi manusia jenis keempat yang memiliki ilmu, amal, dan hati yang bersih, serta menggunakan lisannya untuk menyeru kepada kebaikan.

Benar! Menjadi manusia jenis keempat menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani, yakni mereka yang memiliki ilmu, amal, hati yang bersih, dan lisan yang menyeru kepada kebaikan adalah sebuah tujuan mulia yang harus kita upayakan.

Bagaimana Cara Mencapainya?

1. Menuntut Ilmu dengan Ikhlas
 • Ilmu adalah cahaya yang membimbing hati.
• Belajar tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.
• Rasulullah Saw. bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

2. Mengamalkan Ilmu dalam Kehidupan Sehari-hari
• Ilmu tanpa amal tidak akan bermanfaat.
• Apa yang kita ketahui harus terlihat dalam perbuatan kita: shalat yang benar, akhlak yang baik, dan sikap yang bermanfaat bagi sesama.
• Sebagaimana dalam QS. As-Saff (61): 3:
“Sangat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

3. Menjaga Hati agar Selalu Bersih
• Hati yang bersih jauh dari iri, dengki, dan sombong.
• Sering-seringlah berdzikir, beristighfar, dan mengingat kematian agar hati tetap lembut dan tunduk kepada Allah.
• Rasulullah SAW bersabda:
“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (HR. Bukhari & Muslim).

4. Menggunakan Lisan untuk Menyeru kepada Kebaikan
• Berdakwah dengan hikmah, baik melalui ucapan, tulisan, atau perbuatan.
• Tidak hanya berbicara, tetapi juga memberi contoh dengan akhlak yang baik.
• Dalam QS. An-Nahl (16): 125, Allah berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”

Kesimpulan

Menjadi manusia jenis keempat bukanlah sesuatu yang instan, tetapi proses seumur hidup. Yang penting adalah niat yang lurus, usaha yang terus-menerus, dan doa yang tidak putus agar Allah membimbing kita.

Dr. Nasrul Syarif M.Si.  
Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo

Opini

×
Berita Terbaru Update