Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cendekiawan: Al-Qur'an Pasti Mengeluarkan Manusia dari Kegelapan Menuju Cahaya

Jumat, 04 April 2025 | 21:04 WIB Last Updated 2025-04-04T14:04:38Z


TintaSiyasi.id-- Cendekiawan muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengatakan Al-Quran disebutkan oleh Allah swt. secara pasti akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Yakni kegelapan kehidupan tanpa petunjuk menuju cahaya.

"Disinilah Al-Qur'an itu secara pasti disebutkan oleh Allah itu akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya. Kegelapan kehidupan manusia yang tidak ada petunjuk atau salah petunjuk kepada cahaya," ujarnya di kanal Youtube One Ummah: Membumikan Al-Quran Dalam Kehidupan Bernegara, Ahad (23/3/2025).

Adapun, kehidupan yang ia maksud ialah kehidupan yang berjalan sesuai petunjuk dari zat yang menciptakan alam semesta dan kehidupan tersebut memastikan manusia akan menjalankan kehidupan dengan sangat baik.

"Tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak menginginkan hidup di dalam kebaikan, baik dari kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Soalnya bagaimana keinginan itu bisa diwujudkan, keinginan saja tidak cukup karena keinginan itu harus diikuti dengan tindakan, harus direalisasikan dengan langkah dan langkah tersebut memerlukan petunjuk," terangnya.

Lanjutnya, ia menilai jika ingin menjadi satu komunitas yang mulia, pribadi yang mulia, serta keluarga yang mulia hanya bisa dilakukan dengan Al-Qur'an. Begitu spesialnya Al-Qur'an, hingga malam diturunkannya Al-Quran menjadi malam paling mulia lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatulqadar. 

"Kemudian bulan dimana diturunkan Al-Qur'an juga menjadi bulan yang paling mulia itulah bulan Ramadhan yang penghulungnya para bulan, kemudian kota diturunkannya Al-Qur'an kota paling mulia Mekah al-Mukaromah," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan manusia paling mulia yang disebut Michael Hart dalam bukunya 'The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History' sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang kehidupan manusia yakni Nabi Muhammad saw. 

"Menarik apa yang dia bilang, bahwa sebagai nasrani harusnya menempatkan nabi Yesus sebagai nomer satu tapi objektifitasku sebagai seorang cendekiawan tak bisa menolak bahwa nabi Muhammad lah orang yang paling berpengaruh itu," ucapnya mengutip Michael Hart.

Mengapa demikian, menurut UIY nabi Muhammad saw. memimpin keluarga dan memimpin suatu negara, serta menyelesaikan persoalan rakyatnya. Nabi Muhammad saw. pun membuat perubahan besar di Madinah, bahkan sampai keseluruh jazirah Arab. 

"Sejarah kemudian mencatat sampai menembus batas-batas yang kemudian orang menyebut sebagai dunia yang tercerahkan dari bangsa yang disebut bangsa jahiliah, bangsa yang hidup dalam kebodohan tanpa ilmu menjadi bangsa mulia," pungkasnya. [] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update