Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Realita Hakiki Keberadaan Al Qur'an

Kamis, 27 Maret 2025 | 16:18 WIB Last Updated 2025-03-27T09:18:25Z

TintaSiyasi.id -- Ramadhan adalah syahrul mubarak yang artinya bulan penuh keberkahan dan syahrul Ramadhan adalah bulan yang kesembilan di tahun hijriyah. Selama sembilan bulan umat Islam yang beriman menanti-nanti datangnya bulan yang penuh keberkahan karena dipertengahan bulan Ramadhan adalah momen diturunkannya Al-Qur’an. Peristiwa turunnya Al-Qur’an lebih dikenal Nuzulul Qur’an ini adalah wahyu pertama dari Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Adapun wahyu tersebut adalah sebagai permulaan perintah dari Allah SWT menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup untuk manusia inilah risalah Rasulullah Saw. Di sepulah malam terakhir bulan Ramadhan adalah momen yang dinanti oleh seluruh umat Islam dan biasa diperingati malam lailatul qadar/malam Nuzulul Qur’an. Di malam inilah umat Islam menghidupkan malam Nuzulul Qur’an dengan berbagai kegiatan di antaranya, Kementerian Agama wilayah sulawesi Selatan tepatnya Makasar menggelar 350 ribu khataman Al-Qur’an pada 16 Ramadan 1446 H. Program bertajuk Indonesia Khataman Al-Qur’an diharapkan mampu menguatkan semangat keislaman dan kebangsaan untuk mengajak umat Muslim mencintai, memahami dan meneladani Al-Qur’an dalam kehidupan sehari hari demi menciptakan kedamaian dan ketenteraman masyarakat, ungkapan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Bapak Ali Yafid. (metro TV, Minggu 16 Maret 2025). 

Selanjutnya di kota Bogor tepatnya Cibinong di masjid Agung Nurul Faizin, Bupati Bogor bapak Rudi Susmanto meminta wakil bupati kabupaten bapak Jaro Ade untuk memperingati Nuzulul Qur’an dengan tema “Peran Al-Qur’an Dalam Membangun Masyarakat Berakhlak Mulia”. Bapak Jaro Ade mengharapkan dukungan masyarakat untuk mendoakan seluruh petugas pemerintah kelancaran dalam menjalankan tugas dalam pelayanan untuk masyarakat. Demikian juga beliau berharap agar seluruh Pegawai Negara istiqamah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakatnya. (kabarindoraya, Minggu 16 maret 2025).


Akar Permasalahan

Jika menyimak berbagai ungkapan dan harapan dari berbagai pihak benarkah Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi meningkatkan keimanan dan ketakwaan? Sementara pada kenyataannya saat ini umat Islam baik di Indonesia dan negara-negara lain hidup dalam aturan perundang-undangan yang bersumber dari akal manusia. 

Sejatinya akal manusia itu lemah, dipengaruhi hawa nafsu dan masing masing memiliki kepentingan pribadi sehingga jika dalam membuat aturan bersumber dari suara manusia dijadikan kedaulatan maka akan menimbulkan pertentangan dan permasalahan karena seluruh aturan yang tidak bersumber dari Al-Qur’an. Bagaimana bisa terealisasi jika pada prakteknya masih diatur oleh sistem demokrasi kapitalisme, berlandaskan akidah sekularisme. 

Pada sistem ini kedaulatan ditangan rakyat. Di mana pada akidah sekularisme memisahkan aturan agama dalam kehidupan sehari hari, baik itu aturan pendidikan, sosial, perekonomian, kebudayaan, hukum dan keamanan negara. Tampak nyata dan kita rasakan bersama dari sistem saat ini di bulan ramadan yang sudah kesekian tahun kita jalani tidak membawa perubahan bagi manusia khususnya umat Islam hidup dalam kehidupan yang semakin sulit bahkan terpuruk dan terhina. 

Berbagai kebijakan dari para penguasa/pejabat negara saat ini justru merugikan rakyat, contohnya penguasaan atas sumber daya alam berpihak pada swasta, meningkatnya pembayaran pajak bagi rakyat, ditambah lagi pengurangan subsidi diberbagai sektor untuk rakyat dikurangi. 

Sementara itu umat Muslim di Palestina hidup dalam penderitaan yang tidak berkesudahan, negara negara mayoritas Muslim masih saja membiarkan dan masih mau mengikuti kebijakan kebijakan aturan yang dikeluarkan oleh negara kafir Barat. 


Solusi Islam

Dalam Terjemah Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185, dikatakan bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk, penjelas dan pembeda antara haq dan bathil bagi manusia. Petunjuk agar manusia tidak tersesat. Penjelas agar manusia mengetahui visi dan misi hidup di dunia dan membedakan perbuatan yang baik dan buruk sehingga merasakan kebahagian dan selamat di dunia hingga kehidupan akhirat yang kekal. 

Sudah seharusnya umat islam menyadari firman allah tersebut merupakan kewajiban menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang dapat menyelesaikan berbagai problematika hidup. Sebagai sumber hukum individu, masyarakat dan bernegara. Maka penerapan syariah Islam hanya dapat diterapkan dengan adanya legalitas dari sebuah negara yaitu pemerintahan Islam yang dikenal khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah. 

Sangat disayang kondisi umat Islam saat ini justru menilai seseorang yang berusaha totalitas menjalankan aturan Islam dan berpegang teguh pada Al-Qur’an serta berusaha mendakwahkan Islam secara kaffah justru dinilai radikalisme. Islam garis keras. Padahal sudah menjadi kewajiban atas setiap umat Islam, masyarakat dan negara untuk membangun peradaban yang mulia hanya dapat terwujud dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam sebuah institusi negara. 

Inilah pentingnya menyampaikan kepada umat dan menumbuhkan kesadararan akan pentingnya Al-Qur’an adalah sumber hukum sebagai dasar yang mengatur kehidupan manusia secara nyata. Al-Qur’an bukan sekadar dibaca dan dihafal. []


Oleh: Dewi Poncowati
Aktivitas Muslimah Peduli Generasi

Opini

×
Berita Terbaru Update