TintaSiyasi.id -- Direktur Siyasah Institute Ustaz Iwan Januar mengatakan manusia yang paling mulia menurut Allah adalah yang paling takwa.
"Allah Swt. tidak memandang manusia dari rupa ataupun kekayaannya, sebab orang yang paling mulia menurut Allah adalah orang yang paling takwa," Tulisnya dalam buku yang berjudul Motivasi Nafsiyah (2014).
Ia kemudian mengutip Firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 13, "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti".
"Dengan demikian, siapapun kaum mukmin yang percaya bahwa dirinya bertakwa tidak akan minder, malu bergaul dengan orang yang berada atau takut bertemu dengan tokoh. Dia tidak menjadikan semua label (gelar, pangkat, harta) tersebut sebagai sesuatu yang bernilai tinggi," bebernya.
"Selama ia bertakwa kepada Allah Swt. maka selama itu pula ia merasa berhak untuk bertemu dengan siapapun. Kaya atau miskin, rakyat atau pejabat, awam atau tokoh. Dia percaya diri!," tambahnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, Allah telah menyematkan gelar umat yang terbaik kepada umat nabi Muhammad Saw. untuk beramar makruf, nahi mungkar dan beriman kepada Allah Swt. Seperti yang telah termaktub dalam surah Al-Imran ayat 110.
"Mukmin yang memahami hal ini akan memiliki perasaan senang ketika ada orang lain, siapapun dia, yang menunjukkan kesalahannya atau menasehatinya, maka dia pun menerimanya dengan senang hati, bukan sebaliknya," urainya.
Selain mendapat gelar umat terbaik, lanjutnya, Umat Islam juga diberi derajat yang paling tinggi oleh Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Imran ayat 139, "Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman".
Menurutnya, firman Allah tersebut menegaskan bahwa dari segi pemikiran umat Islam adalah umat terbaik.
"Karena itu, perasaan yang dimilikinya merasa kuat dan unggul dihadapan kaum kafir; bila kekufuran yang diterapkan kaum kafir dapat dijalankannya, apalagi apabila Islam yang diterapkan oleh kaum mukmin! Dengan demikian, perasaan sebagai kelas dua di dunia ini tidak ada dalam kamus perasaannya dalam peta umat manusia, sekalipun sekarang memang sedang dinomorduakan," pungkasnya.[] Tenira