TintaSiyasi.id -- Dai Ustaz Suriabagja M.Ag. mengatakan, kepedulian terhadap sesama Muslim itu dapat diwujudkan dengan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.
“Ternyata kepedulian terhadap sesama Muslim itu dapat diwujudkan dan ini juga kemudian termasuk yang utama adalah memerintah atau mengajak sesama umat Islam kepada kebaikan dan mencegah sesama umat Islam dari keburukan. Amar bil makruf wa nahyu anil mungkar,” ucapnya di kanal You Tube Ra’yun TV; Pendidikan Politik Islam Penting Bagi Umat Muslim, Kamis (20/3/2025).
Ia menyatakan dalil berupa hadis Rasul Saw., Barang siapa yang tidak memiliki perhatian, tidak berihtimam, tidak memiliki kepedulian terhadap kaum muslimin maka dia bukanlah termasuk bagian dari kaum muslimin.
Menurutnya, walaupun sanad hadis ini dikatakan dhaif atau lemah, tetapi makna dari hadis tersebut diperkuat dengan nas atau teks yang lain. Salah satunya adalah perintah Allah Swt di dalam surah at-Taubah: "Orang-orang beriman baik laki-laki maupun perempuan mereka adalah penolong satu sama lain. Mereka menyuruh yang makruf dan mencegah dari yang mungkar..."
Ia melanjutkan tafsir dari ayat tersebut bahwa umat Islam itu disatukan dalam rasa cinta dan kasih dengan saling menolong dan membela sesama mereka. Itulah karakteristik umat Islam.
“Dalam tafsir dijelaskan perihal ayat tersebut iaitu hati-hati mereka itu bersatu dalam rasa cinta kasih antara sesama mereka, sayang sesama umat Islam. Jadi ketika kita bicara umat Islam, maka kita tidak lagi bicara tentang individu-individu atau nafsi-nafsi. Hal itu tidak ada dalam kamus umat Islam,” bebernya.
“Allah Taala mendidik agar umat Islam memiliki kepedulian satu sama lain. Artinya ketika ada satu hal yang merugikan umat Islam kita harus menolongnya, membelanya. Itulah tugas dan karakteristik umat Islam,” sambungnya.
Dengan melaksanakan amar makruf nahi mungkar, umat Islam sebenarnya telah berpatisipasi dalam mengurusi urusan umat dan ini adalah aspek politik atau siayah menurut Islam.
“Berpatisipasi dalam mengurusi urusan umat atau perpolitikan adalah hal yang niscaya dalam aktivitas umat Islam sehingga dalam ruang lingkup ajaran Islam terdapat aspek politik atau siayah iaitu aspek pengurusan urusan-urusan umat,” jelasnya.
Pentingnya mengurus urusan umat terkait kebijakan atau regulasi dari pemerintah karena kemakrufan dan kemungkaran bukan hanya terjadi pada level individu atau kemasyarakatan tetapi juga kenegaraan.
“Pada level negara, objek amar makruf nahi mungkar atau dakwah itu aspek kebijakan. Banyak hal yang kita hadapi; aspek pekerjaan misalnya, ketika bekerja mencari penghidupan atau ketika kita di pasar berhadapan dengan harga-harga itu tidak lepas dengan kebijakan politik," ungkapnya.
"Kebijakan baru-baru ini terkait banjir, kebijakan regulasi bahkan ideologi di belakang karena itu semua adalah objek amar makruf nahi mungkar. Karena itu level dakwah dan politik itu tidak dibatasi oleh aspek-aspek individual semata tapi juga aspek kenegaraan dan kepemimpinan,” lanjutnya.
Adalah penting umat diedukasi agar mempunyai kepekaan terhadap setiap kebijakan regulasi pemimpin dan melakukan muhasabah agar selari dengan syariat Islam.
“Penting diedukasi kepada umat Islam secara luas agar umat Islam mempunyai kepekaan terhadap apapun yang menjadi kebijakan regulasi yang dikeluarkan oleh pemimpin dan karena itu dapat memberikan koreksi atau muhasabah agar selaras dengan Islam atau dikoreksi jika bertentangan dengan Islam,” pungkasnya. [] Rahmah