Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jelang Mudik Lebaran Masyarakat Menanti Jaminan Keamanan

Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:26 WIB Last Updated 2025-03-29T04:26:33Z

TintaSiyasi.id -- Ramadhan sudah dipenghujung menandakan bahwa lebaran semakin dekat, dan sebagai sebuah tradisi lebaran yakni bersilaturahmi kepada sanak saudara yakni sering disebut dengan mudik lebaran.

Namun, akankah masyarakat akan mendapatkan keamanan serta kenyamanan mudik. Dikutip dari Liputan6.com, Jakarta Fenomena maraknya travel gelap jelang mudik Lebaran kembali menjadi sorotan. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, maraknya travel gelap ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyediakan layanan angkutan umum yang merata hingga pelosok daerah. “Ini bukan inovasi, melainkan bukti kebutuhan masyarakat akan transportasi yang belum terpenuhi oleh pemerintah,” ujar Djoko, Minggu (23/3/2025).

Berita di atas hanyalah salah satu bukti dari banyak nya persoalan dalam sarana transportasi terlebih pada masa mudik seperti saat ini.

Pemerintah telah memberikan program program diskon bagi para pemudik agar dapat meringankan beban biaya perjalanan. Memanglah program ini terlihat pro dengan rakyat namun ada sebagian pihak yang merasa kecewa karna diskon bagi pengguna tol hanya diberikan pada pengguna transportasi pribadi, padahal sebanyak 60% mengandalkan transportasi umum atau bahkan menggunakan kapal laut yg bahkan tidak mendapatkan diskon.

Tak heran muncul travel gelap dan bahkan menjamur pada masyarakat, menunjukan tidak ada jaminan keamanan bagi masyarakat.

Ini hanya salah satu persoalan dalam perjalanan mudik. Belum lagi persoalan buruknya infrastruktuk yang kerap memicu kecelakaan setiap musim mudik.

Hal ini tidak dapat dilepaskan permasalahan mendasar yang berkaitan dengan tata kelola transportasi. Yang berlandaskan pasa sistem Kapitalis sekuler.

Memang dalam sistem ini transportasi tidak dipandang sebagai kebutuhan pokok yang harus dijamin oleh negara. Melainkan sebagai komoditas yang dikelola berdasarkan prinsip keuntungan.

Ketika insfrastruktur transportasi tidak dikembangkan secara merata dan layanan transportasi umum berkualitas hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu yang mampu membayar lebih. Maka rakyat kecil yang bergantung pada transportasi umum harus menghadapi berbagai kendala.

Seharusnya, negara harus memastikan tersedianya sistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau. 

Di sisi lain, Islam sudah menegaskan bahwa kemajuan dan pembangunan adalah hak seluruh rakyat dan menjadi tanggung jawab utama negara.

Dan memastikannya merata hingga ke pelosok tidak hanya terpusat pada prkotaan saja. Dan mengembangkan potensi ekonomi setiap daerahnya. Serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Untuk merealisasikannya negara butuh adanya anggaran yang bersifat mutlak yang tidak bergantung pada investasi swasta. 

Adanya penerapan sistem islam akan mencegah adanya travel gelap, dan infrastruktur akan terpelihara dengan baik.

Sehingga perjalanan masyarakat menadapat jaminan keamanan dan kenyamanan. Wallahu a'lam bishshawab. []


Dhevyna Wahyu Tri Wardani
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update