TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto mengatakan bahwa saat diminta tidak makan dan minum serta menahan segala yang membatalkan puasa karena itu semua perintah meninggalkannya.
“Kita ini diminta untuk tidak makan dan minum dan segala yang membatalkan puasa termasuk berhubungan suami-istri. Bukan karena itu haram atau mendadak jadi tidak boleh, tetapi pada siang hari kita diperintahan untuk meninggalkan itu semua,” ungkapnya dalam video berjudul Bukan Hanya Puasa, Belajar Ihsan - Ust. Ismail Yusanto | Minute to Change, di kanal YouTibe One Ummah TV, Rabu (19/3) lalu.
Maksud dari puasa melatih muraqabatullah adalah ketika seseorang sedang berpuasa, secara mandiri dia tidak akan melakukan hal-hal yang membatalkannya meskipun tidak ada orang yang mengawasi.
“Sesungguhnya kita ini punya banyak sekali kesempatan untuk berbuat curang. Apa susahnya masuk ke kamar sebentar lalu kita minum atau makan setelah itu keluar pura-pura lapar. Meskipun tidak ada orang yang tahu, kita tahu bahwa Allah tahu,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa muraqabatullah merupakan inti dari ihsan. Ia mengutip sebuah hadis ketika Nabi ditanya mengenai ihsan. Beliau menjelaskan ihsan adalah beribadah seolah-olah menyaksikan Allah atau seolah-olah disaksikan Allah.
“Perasaan kesadaran perasaan bahwa kita itu selalu dilihat oleh Allah itulah ihsan. Dan itu dilatihkan dengan sangat luar biasa di dalam kita melaksanakan saum puasa saum Ramadhan ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan betapa dibutuhkannya sifat ihsan. Ia memberikan contoh korupsi yang menurutnya itu lahir dari rapuhnya sifat ihsan.
“Ada banyak sistem pengawasan mulai dari inspektorat, jenderal, lalu ada polisi, ada kejaksaan, bahkan KPK. Tetapi mengapa korupsi masih terus berlangsung dan bahkan cenderung meningkat. Itu semua oleh karena pangkal dari para pejabat itu rapuh tidak memiliki apa yang disebut ihsan itu,” pungkasnya.[] Nurichsan